Monday, August 22, 2011

Perkembangan Zaman-Zaman Manusia


by :  Jane Pramono, Selena Sajan Vaswani, Yuliana Fransiska Gunawan
Kelas: 8 Internasional



Munculnya Manusia
Menurut
ilmu geologi, sejak terciptanya dunia hingga saat ini, waktu dibagi menjadi beberapa zaman sebagai berikut:

a. Azoikum (
a’ berarti: tidak,zoon’ berarti: hidup) adalah zaman pada saat bumi masih sangat panas dan belum ada kehidupan. Azoikum berlangsung sekitar 2.500 juta hingga 1.200 juta tahun. Zaman ini dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu archaikum dan pracambrium.

b. Palaeozoikum (‘paleos’ berarti: purba atau tua) adalah zaman ketika makhluk yang pertama lahir ke bumi, dimulai dengan makhluk bersel satu dan hewan yang tidak bertulang punggung. Keadaan bumi belum stabil, dan iklim masih berubah-ubah.
Zaman ini berlangsung sekitar 540 juta hingga 360 juta tahun, dan dibagi menjadi lima macam:
  • Cambrium (mulai ada kehidupan primitif), Silur (mulai ada hewan bertulang belakang) , Devon (munculnya binatang amfibi tertua), Carbon (mulai ada binatang merayap), Perm (mulai ada hewan darat).

c. Mesozoikum (‘meso’ berarti tengah) adalah zaman ketika pohon-pohon besar dan hewan yang hidup di darat muncul. berlangsung sekitar 180 juta hingga 135 juta tahun. Mesozoikum dibagi menjadi tiga:
  • Trias (adanya ikan, amfibi, dan reptil), Jura (terdapat reptil dan sebangsa katak), Calcium (mulai ada burung-burung dan tumbuhan berbunga)

d. Neozoikum (neo’ berarti baru) berlangsung sekitar 65 juta hingga 55 juta tahun. Zaman ini dibagi menjadi zaman tertier dan zaman kwarter.
Zaman tersier dibagi menjadi:
·         Oligosen
·         Miosen
·         Pliosen
Zaman kuarter dibagi menjadi:
·         Pleistosen atau zaman diluvium
·         Holosen atau zaman aluvium

Teori tentang Proses Perkembangan Manusia
Sistem yang dianut dalam penggolongan makhluk hidup adalah sistem berdasarkan evolusi.Bukti-bukti evolusi yang ditinggalkan tidak semuanya akan tersingkap,dan yang telah tersingkap umumnya tidak lengkap dan bersifat fragmentaris.Banyak masalah yang belum dapat dipecahkan dengan memuaskan.Karena itu tak ada satu teori yang seluruhnya benar dan satu klasifikasi yang tak dapat dibantah.Sementara itu ilmu pengetahuan terus berkembang,temuan-temuan baru diperoleh,teori-teori lama ada yang gugur.Dengan ini apa yang dikemukakan para ahli adalah hal-hal yang tidak boleh dianggap kebenaran mutlak,termasuk hal-hal yang belum mantap diterima tetapi lebih meyakinkan daripada teori lama.Evolusi manusia tidak berarti manusia berasal dari monyet.Pada abad ke-19 Darwin-Wallace mencetuskan pola pikir bahwa suatu takson tidak statis tetapi dinamis melalui masa yang panjang dan bahwa semua makhluk hidup berkerabat.Dalam bukunya The Origin of Species Darwin mengemukakan bahwa spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa silam,dan evolusi terjadi karena seleksi alam.

Evolusi Manusia
Dalam proses berkembang biak,gen dari kedua orang tua menurun kepada anaknya,sehingga terjadi kombinasi gen baru.Dalam satu populasi,gen dan frekuensinya tidak berubah,kecuali ada faktor evolusi.Faktor tersebut yaitu mutasi,seleksi alam,arus gen,dan perubahan frekuensi gen.

Mutasi adalah perubahan gen atau kromosom.Seleksi alam adalah pengaruh perubahan alam terhadap gen-gen.Arus gen adalah mengalirnya gen ke ke dalam atau keluar suatu populasi.Perubahan frekuensi gen adalah perubahan gen secara rambang dalam populasi kecil.Proses evolusi yang banyak terjadi adalah mikroevolusi,yaitu perubahan frekuensi gen dalam ukuran kecil di bawah tingkat spesies.

Beberapa Proses Penting dalam Evolusi Manusia
Evolusi manusia menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan penting.Perubahan-perubahan tersebut yaitu:
a.Sikap tubuh dan cara bergerak secara tegak.Sikap tegak menimbulkan akibat lebih lanjut,seperti terbebasnya anggota tubuh bagian atas dari tugas menanggung beban berat badan dan bergerak.

b.Evolusi kepala,berkaitan dengan evolusi muka dan terutama evolusi otak.

c.Perkembangan biososial,meliputi tiga hal penting,yaitu pembuatan alat,organisasi sosial,dan komunikasi dengan bahasa.

Proses Terbentuknya Masyarakat


J.Lubbock, J.J.Bachofen,J.F.McLennan, dan G.A.Wilken,berpendapat bahwa terbentuknya masyarakat manusia melalui beberapa fase perkembangan.

1.
Pada awal mulanya, manusia hidup secara berkelompok. Laki-laki dan perempuan saling kawin walaupun mereka tidak mempunyai ikatan. Pada masa itu tidak ada keluarga inti. Kondisi di masa itu pun dinamakan sebagai promiskuitas.

2. Fase kedua mulai timbul kesadaran di kalangan manusia akan adanya hubungan antara si ibu dengan anak-anaknya.
Ibu berperan sebagai kepala keluarga,sehingga timbul kekeluargaan matrilineal.

3. Fase ketiga laki-laki tidak puas dengan keadaan ini,
kemudian mengambil calon isteri dari kelompok lain dan membawa ke kelompoknya sendiri. Keturunan yang dilahirkan tetap berada di kelompok laki-laki. Timbullah suatu keluarga dengan ayah sebagai kepala keluarga. Fase terakhir terjadi karena ketika perkawinan di luar kelompok berubah menjadi endogami karena berbagai sebab. Mengakibatkan anak-anak dari perkawinan tersebut menjadi berhubungan langsung dengan ayah maupun ibunya. Timbulah keluarga parental.

Manusia Purba


by Selena and Yuliana 8 inter

Indonesia adalah salah satu negara yang banyak ditemukan fosil-fosil manusia purba. Hal inilah yang membuat Indonesia banyak di lirik para arkeolog dan Paleoantropologi, guna untuk meneliti perkembang kehidupan manusia pada zaman lampau.

A. Homo
1. Homo Mojokertensis
Kaum Homo Mojokertensis itu dapat diartikan “manusia kera dari Mojokerto”
Fosilnya ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur tahun 1936 - 1941. Fosil kaum homo
ini ditemukan Von Koenigswald.

2. Homo Robustus
“ Robustus” adalah manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya. Fosil Homo Robustus ditemukan tahun 1936 di Sangiran lembah Sungai Bengawan Solo.

3. Homo Sapiens
Jenis kaum homo yang hidup di zaman batu (Paleolitikum) ini memiliki bentuk tubuh dan sifat yang sama dengan manusia sekarang, tetapi masih terbiasa dengan kehidupan yang sangat sederhana dan mengembara (nomaden). Homo sapiens memiliki volume otak sekitar 1000-1200cc, dan mempunya tinggi badan antara 130-210 cm.  Muka mereka tidak menonjol kedepan seperti jenis manusia purba lainnya. Jenis Kaum Homo sapiens yang ditemukan di Indonesia ada 2 yaitu; homo soloensis dan homo sapiens wajakensis.

A) Homo soloensis
Fosil homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran
dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931-1933 di lapisan Pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. Volume otaknya mencapai 1300 cc.

Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, homo soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika.

B) Homo Wajakensis
Fosil Homo wajakensis ditemukan oleh Van Riestchoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung. Fosil ini kemudian diteliti oleh Eugene Dubois. Temuan ini merupakan temuan fosil manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia.
Fosil Homo Wajakensis mempunyai tinggi badan sekitar 130-210 cm, dengan berat badan antara 30-150 kg. Volume otaknya mencapai 1300 cc. Manusia purba jenis ini hidup antara 40.000 —25.000 tahun yang lalu, pada lapisan Pleistosen Atas.

Makanan yang mereka makan sudah dimasak walaupun masih sangat sederhana. Tengkorak Homo Wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia, Aborigin. Oleh karena itu, Eugene Dubois menduga bahwa Homo Wajakensis termasuk dalam ras Australoide, bernenek moyang Homo Soloensis dan menurunkan bangsa Aborigin. Fosil Homo Wajakensis juga memiliki kesamaan dengan fosil manusia Niah di Serawak Malaysia, manusia Tabon di Palawan, Filipina, dan fosil-fosil Australoid dari Cina Selatan, dan Australia Selatan.

4. Homo Floresiensis (Hobbit)
Para ilmuwan telah menemukan fosil tengkorak dari suatu spesies manusia yang tumbuh tidak lebih besar dari anak-anak berusia lima tahun. Homo floresiensis yang digambarkan bertubuh kerdil ini, memiliki tengkorak seukuran buah jeruk, dan diduga hidup 13.000 tahun silam, bersama gajah pigmi dan kadal raksasa seperti komodo. Diperkirakan, mereka bertinggi badan 100 cm dan memiliki berat tubuh sekitar 25 kg.
B. Manusia Purba di Indonesia
1. Meganthropus Paleojavanicus
Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran, di lembah Bengawan Solo pada tahun 1936-941. Fosil ini berada di lapisan Pleistosen Bawah. Meganthropus memiliki badan yang tegap, rahang yang besar dan kuat, serta tulang pipi yang tebal. Tetapi, mereka tidak memiliki dagu. Mereka hidup dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan.

2. Pithecanthropus
Fosil Pithecanthropus merupakan fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil Pithecanthropus berasal dari Pleistosen lapisan bawah dan tengah. Mereka di perkirakan bertinggi badan sekitar 165-180 cm, memiliki hidung yang tebal, graham yang besar, dan hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka sudah termasuk pemakan segala, tetapi makanannya belum dimasak. Pithecanthropus terdiri dari
beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

a) Pithecanthropus Mojokertensis
Fosil Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di desa Perning, Lembah Bengawan Solo Mojokerto, Jawa Timur pada lapisan Pleistosen Bawah. Temuan tersebut berupa fosil anak-anak berusia sekitar 5 tahun. Makhluk ini diperkirakan hidup sekitar 2,5 sampai 2,25 juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Mojokertensis berbadan tegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.

b) Pithecanthropus Robustus
Fosil jenis ini ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koenigswald pada tahun 1939 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Von Koenigswald menganggap fosil ini sejenis dengan Pithecanthropus Mojokertensis.

c) Pithecanthropus Erectüs
Fosil jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur,
pada tahun 1890 berasal dari lapisan Plestosen Tengah. Mereka hidup sekitar
satu juta sampai satu setengah juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Erectus memiliki tinggi badan sekitar 165-170 cm, dan berjalan tegak dengan badan yang tegap dan alat pengunyah yang kuat. Volume otak Pithecanthropus mencapai 900 cc.

Manusia purba


By: contardo, rich, winson  8i pgs


Meganthropus paleojavanicus Adalah manusia purba tertua di jawa. Fosilnya ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran (Surakarta), yaitu rahang bawah dan atas. Hal serupa juga ditemukan dengan Marks tahun 1952 berupa rahang bawah. Cirri-ciri tubuhnya kekar, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. M.paleojavanicus hidup 2jt-1jt tahun yang lalu. Cirri lainnya memiliki tulang pipi yang tebal, bertubuh tegak dan memiliki tonjolan kening yang menonjol.
Ciri-ciri

• Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
• Badannya tegak
• Hidup mengumpulkan makanan
• Makanannya tumbuhan
• Rahangnya kuat
 
Pithecanthropus

 Ditemukan  oleh Von Koenigswald di desa Perning, Lembah Bengawan Solo Mojokerto, Jawa Timur pada lapisan Pleistosen Bawah. Temuan tersebut berupa fosil anak-anak berusia sekitar 5 tahun. Makhluk ini diperkirakan hidup sekitar 2,5 sampai 2,25 juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Mojokertensis berbadan tegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.

Ciri ciri:
*Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
*Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc
*Bentuk tubuh & anggota badan tegap, tetapi tidak setegap megantropus
*Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat
*Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat
*Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi
*Bentuk hidung tebal
*Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde
*Muka menonjol ke depan, dahi miring ke belakang

Homo-Sapiens

Homo Sapiens atau “manusia bijak” adalah satu-satunya genus dari Homo yang hidup hingga sekarang, berdasarkan pada nenek-kakek moyang kira, para gorilla pintar. Memiliki otak yang paling besar dan dapat berfikir untuk memecahkan masalah hidup membuat Homo-Sapiens menjadi jenis yang paling unik dan pintar. Dengan kebutuhan sosial, biologis, kimiawi, DLL, akan membuat Homo-Sapiens bekerja dengan sempurna


       Ciri ciri:
  • Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
  • Tinggi badan antara 130 – 210 cm
  • Otot tengkuk mengalami penyusutan
  • Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan
  • bibir bagia atas memiliki lekuk bibir
  • Muka tidak menonjol ke depan
  • Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna